Book Review,  Books & Reading

Educated by Tara Westover, Karena Pendidikan adalah Perjuangan [Book Review]

Educated adalah sebuah autobiografi yang menceritakan keputusan seorang gadis untuk memilih pendidikan diatas segalanya.

Buku ini menceritakan soal Tara Westover, anak ke-7 dari keluarga Westover. Keluarganya yang konservatif, ekstrimis, dan ‘tidak percaya pada pemerintah’ membuat kedua orangtuanya memutuskan untuk tidak memasukkan anak-anaknya ke sekolah umum. Keluarga Westover juga anti dengan pengobatan medis dan sains, dan memilih pengobatan herbal dan tradisional apabila mereka sakit.

Sang Ayah sangat dominan dalam keluarga, merupakan tipe diktator. Ibunya yang sesungguhnya pintar, tidak punya kuasa apapun dalam keluarga. Ayahnya sangat terobsesi dengan ‘hari kiamat’ dan itu membuat kegiatan sehari-hari mereka termasuk menimbun bahan makanan dan bahan bakar untuk persiapan apabila kiamat betul-betul datang.

Masa kecil Tara dilalui dengan mengumpulkan rongsokan yang menjadi bisnis Ayahnya, juga mengumpulkan daun-daun herbal untuk bisnis pengobatan herbal Ibunya.

Rasa tertarik Tara akan pendidikan sudah tumbuh sejak kecil, namun selalu diinvalidasi oleh Ayahnya. Kabar baiknya, Tara masih memiliki beberapa kakak yang mendukungnya untuk belajar, yaitu Tyler dan Richard. Mereka juga tidak didukung untuk belajar karena menurut orangtuanya akan mengurangi waktu bekerja, terutama karena mereka laki-laki.

Richard diceritakan selalu membaca buku secara sembunyi-sembunyi, sementara Tyler suka mengunci diri di kamar agar tidak dilarang belajar oleh orangtuanya.

Suatu ketika, kakaknya Tyler mengambil ujian ACT (tes untuk masuk universitas). Tyler yang lulus tes, lantas memenangkan beasiswa full tuition dan melanjutkan kuliah. Sejak itu, Tara sadar kalau ia punya pilihan, meskipun konsekuensinya besar, yaitu dia tidak diterima sepenuhnya lagi dalam keluarga.

Tara tumbuh dari tidak pernah mengenal bangku sekolah, menjadi peraih PhD dari Cambridge. Hal yang didapatkannya setelah melalui jalan yang tidak mudah. Pemikiran Ayahnya yang konservatif sering mempengaruhinya walaupun Tara tidak berada dalam lingkungan keluarganya lagi.

“Hidupku dinarasikan untukku oleh orang lain. Suara mereka kuat, tegas, mutlak. Tidak pernah terpikir olehku bahwa suaraku mungkin bisa sekuat suara mereka.”

Tara Westover

Saat ini, keluarga Tara terbagi menjadi dua bagian. Keluarga konservatif yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan beberapa kakaknya masih menghuni rumahnya yang lama, bertahan dengan gaya hidup anti pemerintah dan pengobatan herbal. Sementara Tara, Tyler, dan Richard, yang sempat mengenyam bangku pendidikan, memilih melepaskan diri dan memulai kehidupan baru.

Ketiganya sekarang memiliki gelar PhD dari universitas yang berbeda-beda, dan berhasil menjadikan pendidikan sebagai baguan dari hidup mereka.

"Kita bisa menyebut pembentukan kepribadian ini dengan banyak istilah. Transformasi. Metamorfosis. Kepalsuan. Pengkhianat. Aku menyebutnya pendidikan."

Perasaanku campur aduk banget baca ini ­čÖü

“You can love someone and still choose to stay goodbye to them. You can miss a person everyday and still be glad that they are no longer in your life.”

Awal-awal bacanya betul-betul ngenes dan keseeel banget, membayangkan seorang Ayah yang sangat keras kepala untuk tidak menyekolahkan anak-anaknya. Kayak how on earth?? Amerika lho ini, bukan Indonesia!

Belum lagi perilaku Ayahnya yang temperamen. Ada suatu bagian yang menceritakan Ayahnya menggunakan cara melempar ketika sedang menyortir besi bekas (Ayahnya punya sebuah tempat pengumpul rongsokan) dan sering sekali hampir meleset mengenai anak-anaknya yang juga diajak bekerja ketika mereka seharusnya berada di usia sekolah.

Tapi Ayah Tara juga masih punya sisi baik, masih mengapresiasi Tara ketika dia masuk choir. Dia yg kelihatan bener-bener bangga dan senang dengan tulus, aku terharu bacanya..

Pada akhirnya memang piilihan kita sendiri yang menentukan jalan kita dibawa kemana ya. Dan Tara bisa bertanggungjawab dengan pilihannya, meski harus mengorbankan keluarga.

Tapi lagi, did they deserve to be called as a family? Question left..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *