Bulan kemarin aku sedang malas sekali membaca. Total cuma menyelesaikan 2 buku. Buku lainnya, seperti kebanyakan proyek pemerintah, mangkrak di tengah jalan. Yang katanya hobi, tapi ternyata ada juga naik turunnya, kayak iman kita (duilee)😋 Membaca menjadi membosankan, menjadi sesuatu yang sama sekali nggak kunikmati.

Kalau sudah begitu, aku pasti mengambil istirahat dengan kembali ke zona nyamanku dalam membaca. Aku menarik diri untuk tenggelam dalam gelembung yang bisa menjadikan membaca sebagai proses yang menyenangkan lagi untukku.

Kali ini, pilihan jatuh pada buku serial Rumah Kecil dari Laura Ingalls. Judul aslinya ‘Little House on The Prairie’ atau Rumah Kecil di Padang Rumput. Buku ini terdiri dari beberapa serial yang masing-masing memiliki tokoh utama yang berbeda, tapi dari pohon keluarga yang sama. Dari masa nenek buyut Laura yang menjadi imigran dari Skotlandia ke Amerika, masa Laura Ingalls yang hidup pada zaman Amerika baru merintis, hingga masa putrinya Laura! Turun temurun, keluarga mereka adalah penulis yang baik. Saking banyak bukunya, sampai sekarang masih belum selesai baca gara-gara ada beberapa judul yang sulit dicari.

Membaca tentang kehidupan sehari-hari, sama halnya seperti menonton drama slice of life, bagiku memberikan rasa nyaman. Rasa tenang karena mengerti bahwa dalam kehidupan siapapun, memang selalu butuh proses. Mengerti bahwa senang dan susah ada pada koin yg sama, hanya di sisi yang berbeda.

Sesuatu yang berasal dari kenyamanan pasti membawa rasa hangat, aman, dan penuh. Membaca serial ini seperti halnya pulang ke rumah: memberikan energi baik yang menjadi bekal agar perjalanan membaca selanjutnya menjadi hal yang bisa kunikmati kembali. 🙂

[Repost dari postingan Instagram]